Cerita Dewasa Terpaksa Pembantuku Akan Jadi Pemuas Nafsuku

Iklan Film Semi Jav

Cerita Dewasa Terpaksa Pembantuku Akan Jadi Pemuas Nafsuku

Cerita Dewasa Terpaksa Pembantuku Akan Jadi Pemuas Nafsuku. Rumah mewah, uang berlebih dan lebih dari sekedar fasilitas hidup yang layak bukanlah kunci kebahagiaan bagi seorang wanita. Khusus untuk wanita muda, cantik dan penuh vitalitas hidup seperti Yuli. Sdh satu bulan ini dia meninggalkan suaminya bertugas di luar kota. Padahal mereka belum pernah 6 bulan menikah. Pasti lebih menjengkelkan, bagi Yuli, jika tugas pelayanan di luar kota diperpanjang melampaui rencana

Cerita Dewasa Terpaksa Pembantuku Akan Jadi Pemuas Nafsuku. Seperti malam itu, saat Gunawan, suami Yuli, dipanggil untuk menjelaskan bahwa ia tidak pulang besok karena pekerjaannya diperpanjang selama 2 – 3 minggu lagi. Yuli memprotes dengan keras, tp menurut suaminya tidak mau harus melakukan tugasnya. Saat Yuli mencoba merayunya, untuk datang ‘akhir minggu’ saja, Gunawan menolak. Dikatakan untuk repot datang hanya untuk ‘indehoy’. Dengan hati yang panas Yuli bertanya:

“Lho mas, apa kamu tidak punya kebutuhan sebagai pria?” Mungkin karena suasana pembicaraan itu sdh agak tegang seolah Gunawan menjawab, …
“Nah namanya laki-laki, di mana aja kan bisa dapet.”

Terbaru, Dalam keadaan marah, tersinggung, bercampur dengan nafsu, Yuli membanting gagang telepon. Dia merasa ada sesuatu yang ‘nakal’ yang harus dia lakukan sebagai balas dendam kepada pasangan yang sangat melecehkannya. Sekali lagi dia teringat percakapannya dengan Yanti beberapa hari yang lalu, saat dia bertanya bagaimana pelayannya menyalurkan keinginan seksnya.

Saat itu ia bercanda mengganggu janda muda yang sedang mencuci piring di dapur.

“Yanti, kamu hanya bermain Faith. Kan cantik dapet daun muda.” Yanti tersenyum malu-malu. Dia berkata,
“Ah ibu bisa … Tp kemana dia mau lagi.” Lalu, melihat ke kanan ke kiri, seolah takut seseorang mendengar Yanti mengatakan sesuatu yang membuat darah Yuli agak gemeresik.
“Bu, Iman itu lumayan lumayan apalagi kalau melihatnya telanjang tidak pakai baju.” Berpura-pura heran Yuli bertanya dengan nada heran:

Cerita Dewasa Terpaksa Pembantuku Akan Jadi Pemuas Nafsuku. “Bagaimana Anda tahu?” Blushing Yanti menjelaskan.
“Saat itu malam Yanti harus pergi ke kamarnya untuk pinjem balm Ketuk di pintu tidak terbuka Pas Yanti buka dia sudah nyenyak tidur New Yanti tahu kalau dia tidur dia tidak memakai apapun.” Tersenyum Yuli bertanya lebih banyak. .
“Jadi kau lihat semuanya dong?” Yanti berkomentar,

“Ya bu, oh duh besar, jadi rindu mantan suami, biarpun tidak sebesar itu.” Setengah kurang yakin Yuli bertanya,
“Iman, iman anak kecil itu?”
“Yeah bu!” Yanti menegaskan.

“Ya Iman si Pariman Kan tidak ada yang lain tho bu.” Lalu dengan lelucon Yuli bertanya mengganggu,
“Jauhkan Imanmu tomplok ya?” Berpaling pergi Yanti menjawab,
“Ya tidak dong bu,” kata Yanti sambil buru-buru pergi.

Cerita Dewasa Terpaksa Pembantuku Akan Jadi Pemuas Nafsuku. Terakhir, dalam keadaan terengah-engah hati dan tersinggung cara benak Yuli menjadi berbeda. Dia yang biasanya tidak terlalu peduli dengan Iman, sekarang sering merawat anak muda lebih dekat. Beberapa kali sampai pemuda tersebut merasa sedikit tidak nyaman. Dari apa yang dilihatnya, ditambah kisah Yanti beberapa hari yang lalu, Yuli mulai merasa tertarik. Bayangkan ‘milik milik’ Iman, yang Yanti bilang “oh duh” itu membuat Yuli merasakan sesuatu yang aneh. Mungkin sebagai kompensasi atau karena kesombongannya sikapnya menjadi agak dingin dan kaku melawan Iman. Iman sendiri merasa tidak nyaman dan bertanya-tanya apa salahnya.

Suatu hari, setelah berminggu-minggu tidak menerima penghidupan batinnya, perasaan Yuli menjadi semakin tak tertahankan. Malam yang semakin tidak sehat membuatnya tertidur. Dia merasa butuh sesuatu. Akhirnya Yuli berdiri, mengambil majalah gambar dari lemari dan pergi ke kamar Faith di loteng bagian belakang rumah. Perlahan dia mengetuk pintu Faith.

Setelah diulang berkali-kali terdengar suara baru dari tempat tidur dan membuka pintu. Wajah Faith tampak terkejut melihat Yuli berdiri di depannya. Apalagi saat wanita kulit putih cantik itu langsung masuk ke kamarnya. Agak bingung Iman membungkus selimut tipis untuk menutupi bagian bawah tubuhnya. Melihat tubuh iman kusam bahwa Yuli menelan air liurnya. Lalu dengan nada agak sarkastik katanya,

“Di sana Anda mandi, jangan lupa sikat gigi Anda.” Faith menatap bingung,
“Sekarang bu?” Yuli khawatir,
‘Dia sekarang ,,, saya sudah tidak harus pakai semua baju. “Segera Faith pergi ke kamar mandi, memenuhi permintaan Yuli.

Sementara Faith di kamar mandi Yuli duduk di kursi, memandang sekeliling kamar Faith. Dia berpikir, “Bersihkan, rapih juga anak ini.”

Kira-kira 10 atau 15 menit kemudian Iman telah selesai.

“Permisi …” katanya saat memasuki ruangan.

Dia hanya memakai handuk yang melilit pinggangnya.

“Saya pakai baju dulu bu,” katanya sambil melangkah masuk ke lemarinya. Yuli berkata,
“Tidak perlu, Anda duduk di tempat tidur … Tidak, tidak duduk begitu, berbaring.” Lalu sambil melempar majalah yang dibawanya dia menyuruh saya membacanya.

Sementara melangkah keluar Yuli bisa bilang

“Aku akan segera kembali.” Dengan kikuk dan takut Faith mulai membalik halaman majalah porno di tangannya.

Tapi dia tidak berani bertanya kepada Yuli apa yang sebenarnya dia inginkan.

Cerita Dewasa Terpaksa Pembantuku Akan Jadi Pemuas Nafsuku. Setelah momen tegang yang berlangsung selama beberapa waktu, Iman mulai terangsang juga melihat berbagai adegan persetubuhan di majalah yang ada di tangannya. Dia merasa ‘alat kedewasaannya mengeras. Tiba-tiba pintu terbuka dan Yuli melangkah masuk. Faith mencoba bangkit, tp sambil duduk di tepi ranjang Yuli mendorong tubuhnya kembali. Matanya dingin, sama sekali tidak ada senyuman di bibirnya. Ia masih terlihat cantik.

“Iman mendengarkan kata-kata saya ya saya meminta anda untuk melakukan sesuatu, tapi jangan sampai anda memberitahukannya kepada siapapun, mengerti?” Iman hanya bisa mengangguk, meski dia masih merasa bingung.

Hampir dia menjerit saat Yuli menarik handuknya. Apalagi saat tangannya yang bagus memegang ‘barang milik’ yang sdh keras tegang.

“Hmm … .. bagus juga ya punya kamu,” gumam Yuli. Dia terus menggoyang ‘daging kemaluan’ Faith, dengan mata terpejam. Perlahan ketegangan iman mulai memudar, menikmati sensasi pengalaman ini dengan rasa pasrah.

Tiba-tiba Yuli berdiri dan segera mengawal daster yang dikenakannya ke atas. Seperti patung marmer putih tubuhnya yang terlihat di mata Iman. Meski lampu di dalam ruangan tidak begitu terang, Faith bisa melihat keindahan tubuh Yuli dengan jelas. Tertegun ia menatap Yuli, sampai beberapa kali meneguk air liur. Tidak lama setelah Yuli naik ke tempat tidur, dia mengambil posisi mengangkangi Iman. Masih dengan nada ‘judes’ dia bilang …

“Saya akan melakukan ini bukan karena anda, tp karena saya ingin membalas dendam, jadi tidakkah anda berpikir segala macam ya.” Kemudian dia menggenggamnya lagi ‘tonggak tonggak sejarah’ Faith dan mengusap kepalanya ke bibir ke’alinya’nya. sendiri.

Terus lakukan ini sampai ‘memek’nya mulai basah. Lalu ia menatap Faith dengan tatapan tajam. Dia berkata dengan suara pedas,

“Jangan berani menyentuh tubuhku.” Setelah itu, …
“Juga jangan biarkan saya keluar di ‘milikku’. Waspadalah ya.” Lalu di-kannya ‘tip pubis’ Iman pada ‘lobang bibir feminin’ dan menekan tubuhnya ke bawah.

Perlahan tp yakin ‘milik’ Iman menusuk ke ‘pit of pleasure’ Yuli. ‘Aduh … Ah … Man, besar itu “keluh Yuli. Setelah’ genital ‘Iman benar-benar masuk Yuli mulai menggoyang pinggulnya. Suaranya sesekali menghela nafas lega.

Tidak lama setelah ‘orgasme’ pertama. Hampir seperti orang yang kesakitan, suara Yuli mengerang panjang.

“Aah … Aargh … Aah, oish delicious …” Seperti orang lupa diri Yuli mengungkapkan kepuasannya dengan kepolosan.

Saat Yuli menyadari bahwa kedua tangan Faith menggosok paha putihnya yang halus, menyingkir dengan kasar.

“Aku bilang apa …!” Iman takut, …
“Maaf bu.” Kemudian Yuli memesan lagi, …
“Angkat tangannya.” Iman terpenuhi, dia bilang …
“Yah bu.” Melihat medan dada dan buluketiak Iman Yuli kembali dirangsang.

Sekali lagi dia mengguncang pinggulnya dengan penuh kegembiraan, sampai dia mencapai ‘orgasme’ keduanya. Setelah itu sekali lagi mencapai puncak kenikmatan, meski tidak sebaik dulu. Iman sendiri sebenarnya juga beberapa kali hampir habis, tp karena sebelumnya sdh di’wanti-diperingatkan, ‘lalu ditangkap dengan segenap kekuatannya. Rupanya Yuli sdh merasa puas, karena pengangkatan ‘alat maskulinitas’ Iman masih sulit. Kenakan dia kembali. Kini wajahnya terlihat lebih lembut. Sebelum meninggalkan kamar Faith, dia menunjukkan penghargaannya.

Cerita Dewasa Terpaksa Pembantuku Akan Jadi Pemuas Nafsuku. “Anda adalah Manusia yang Hebat …” dan kemudian melanjutkan
“Sehari setelah besok aku disini lagi ya.” Setelah itu dia masih sempat bercerita, ….
“Oh ya, kamu tetap saja sekarang juga Yanti … dia menginginkanku.” Iman hanya mengangguk, tanpa mengatakan apapun.

Sampai lama Faith belum bisa tertidur, kembali membayangkan pengalaman yang baru saja lewat. Kehilangan gereja tidak membuat iman terasa sedih. Sebenarnya, ada rasa bangga bahwa wanita cantik dari kalangan kaya seperti Yuli telah memilih dirinya sendiri.

Sesuai pesannya dua malam kemudian Yuli kembali ke kamar Faith. Kali ini anak muda itu benar-benar mempersiapkan dirinya. Jadi Yuli hidup dan menikmati ‘instrumentalitas’ yang diperolehnya dengan susah payah. Meski suaranya masih dengan singkat meminta Faith untuk tidak menyentuh tubuhnya, kali ini Yuli meremas dadanya dan pinggul imannya saat mencapai ‘orgasme’ -nya. Bahkan tak lupa wanita cantik itu memuji pemuda yang beruntung itu. Dia berkata, …

“Man, Pariman, kamu hebat Selama pernikahan saya belum pernah begitu penuh sekarang Terma cinta ya ..” Iman hanya menjawab gagap, …
“Aku … aku … seneng … hm … bisa nyenengin bu Yuli.” Sambil membuka pintu Yuli mengatakan pesan.

Dia berkata, ….

“Ya Man, tp jangan bosan ya.” Kemudian dia menambahkan lagi, …
“Baiklah, sekarang kamu tetap sama Yanti disana. Aku mau tidur dulu.”

Dua malam kemudian Yuli kembali ke kamar Faith. Kebetulan tanpa penjelasan siang tadi dia meminta pemuda tersebut untuk mengganti sprei dan sarung bantal.

“Man … apakah kamu lelah? Yuli bertanya pelan. Ternyata kepuasan pemuda itu membuatnya lebih ramah. Iman tersenyum, …
“Tidak juga bu, saya siap dan senang melayani ibu.” Tanpa malu langsung Yuli melepaskan bajunya.

Setelah itu dilorotnya kain sarung kain. Yang takjub, dia menatapnya. Tanpa disadari dia memuji, …

“Aduh Man, ini sangat besar untukmu.” Lalu sambil bergetar-Yok ngocoknya sempat bilang, …
“Hmmm Man, susah sekali lagi.” Kemudian sambil berbaring dia bertanya, …
“Anda berasal dari atas Manusia Saya ingin mencoba di bawah ini.” Segera Faith memposisikan ‘ayam jantannya’ di antara paha Yuli.

Cerita Dewasa Terpaksa Pembantuku Akan Jadi Pemuas Nafsuku. Pemuda itu benar-benar terangsang melihat keanggunan nyonya muda yang sedang marah kepada suaminya. Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa ia bisa merasakan tubuh putih dan mulus seperti ini. Apalagi, Yuli kini tidak lagi pemarah dan sombong seperti pada malam-malam sebelumnya, sehingga semakin terlihat cantiknya. Pernah terpikir oleh pemuda itu mungkin berani dan membatasi itu hanya untuk mengatasi rasa malu dan prestise saja.

“Man …” Yuli memanggilnya dengan lembut, setengah berbisik.
“Yeah …”
“Anda menggesek pantat Anda ke dalam hadiah saya, ya.” Permintaan Yuli mengikutinya, mengusap ‘bibir kemaluannya’ dengan ‘akhir kedewasaannya’. Yuli menghela nafas, membuat Faith melupakan dirinya sendiri. Tangannya mulai menggosok paha Yuli dan perutnya.

Wanita cantik itu menggosok tangannya.

“Jangan sentuh tubuhku, jangan …” teriaknya tegas.

Faith segera berhenti, ia menarik tangannya. Tidak berapa lama kemudian Yuli bertanya.
“Man, pelan-pelan masuk Man, ingatlah … jangan keluar ya.” Perlahan Faith mendorong ‘batang keras’ ke dalam “corong” Yuli.

Cerita Dewasa Terpaksa Pembantuku Akan Jadi Pemuas Nafsuku. Perlahan, pasti, sedikit demi sedikit, ‘tombaknya kedewasaan’ meledak masuk. Yuli terus menghela nafas.

“Maaf bu, saya minta izin untuk memegang paha ibu, agar ibu lebih terbuka.” Akhirnya Iman berani bertanya. Yuli dipaksa untuk mengizinkan, …
“Baiklah. Tp bagian bawahnya aja ya.” Begitu diberi izin Iman langsung melakukannya.

Meski tubuhnya tegak, takut tubuh Yuli terkulai dengan keringatnya, dia bisa menceburkan miliknya lebih dalam lagi.

(Visited 148 times, 1 visits today)
Iklan Film Semi Jav
author
Author: