Cerita Sex Nafsu Tak Tertahankan

No comment 114 views
Iklan Film Semi Jav

Saya adalah satu orang wanita muda yang berumur 21 tahun. Saya bekerja pada satu perusahaan swasta yang ternama di daerah Jakarta Barat. Rambut saya hitam sebahu, wajah saya lumayan banyak orang yang mengatakan saya cantik. Sepanjang umur ini terus terang saya senang melakukan masturbasi dan belum mempunyai pacar sampai sekarang ini. Saya sering nonton blue film dan sering membayangkan bagaimana rasanya dingewein itu, tapi saya masih belum berani ambil keputusan tapi rasanya gatal sex deh. Hampir tiap malam tatanpa saya sadari saya membuka baju sampai telanjang bulat dan melakukan masturbasi dalam keadaan ngangkang di atas ranjang dengan bantal guling di gosokkan ke bibir vagina saya sampai mencapai orgasme.

Pada suatu hari saya berkunjung ke rumah seorang teman sekantor saya, seorang pemuda yang umurnya kira-kira sebaya dengan saya sebut saja namanya Ridwan. Ia adalah seorang yang sangat rajin di tempat kerja saya, saya sangat menyenangi dirinya dan ingin jadi pacarnya. Saya suka merasa horny kalo liat cowokk dan selalu ngebayangin dingewein sama cowokk itu. Nah waktu saya sampai di rumah dia di daerah gajahmada, yang bukain pintu adalah adiknya, terus saya tanya di mana kakakmu terus dia bilang di atas loteng kamar. Adik laki-lakinya tidak mengantar saya, dia lagi asyik nonton TV. Saya langsung bergegas ke atas loteng, karena saya pernah ke rumah dia sebelumnya jadi tahu.

Saya melihat satu pemandangan yang sangat membuat saya merasa basah. Saya lihat Ridwan sedang dalam posisi ngewe dia atas membelakangi saya tangannya memeluk sesuatu dan badannya maju mundur dengan irama yang bersamaan. Saya langsung bengong gak pernah gue liat gituan cuma pernah liat di blue film. Rupanya dia sedang onani juga. Saya langsung gak tahan rasanya saya buka baju kantor saya dan rok ketat saya, saya lepaskan mereka dan saya hempaskan ke lantai. Dada saya yang cukup indah dan memek saya yang penuh jembut ini langsung terbuka tanpa sehelai baju yang menutupi. Saya langsung bergegas ke kamarnya saya panggil namanya, dia menoleh

“Nova…???”

Saya langsung terjang dia, satu tangan saya memegang batang kontolnya dan iingin mengisapnya. Tapi entah kenapa kontolnya itu sudah mengeras sekali dan mendadak keluar cairan berwarna putih karena masturbasi tadi. Aduh cairannya itu ke wajah saya ini. Hidung saya yang mancung merasakan bau yang menambah suasana nafsu. saya isap kontolnya sampai bersih, tak saya pedulikan rasa sperma itu. Ini yang saya tunggu-tunggu sejak berumur 15 tahun yaitu ngesex sama orang yang saya suka dan berisi. Dari umur 16 tahun saya suka bikin cowok nafsu terhadap saya. Dengan memainkan mata ke arah mereka dan melakukan action yang bikin mereka ngaceng dan saya sangat menikmati ini tapi mereka itu cuma cowok-cowok ABG yang seperti anak anak kecil.

Saya hisap kontolnya… tangannya menjambak rambut saya keras-keras. rambut saya jadi terurai berantakan. Dia menarik kontolnya lalu menggencet saya dan mengincar payudara saya dan menghisapnya dengan penuh nafsu seperti seorang bayi yang netek sama ibunya. Lidahnya mengeliat-geliat bikin saya merasa geli. Mata saya terpejam kegelian rasanya enak sekali dibanding masturbasi. Tangannya yang satu lagi meraba memek saya yang sudah basah, langsung saya mendesah pelan sambil memencet-mencet kontolnya yang udah kaya rudal yang siap diluncurkan. Dia menjilati pinggang saya yang ramping juga selangkangan saya. Saya mendesah pelan tak terasa suara saya keluar,

“Sudah Ridwan… sudah… aku gak tahan nih”

Saya peluk tubuhnya erat-erat, saya gigit lehernya… saya mendesah rasanya enak sekali. Makin erat pelukan tanpa saya sadari kontolnya yang siap ngeluncur itu masuk kedalam vagina saya yang terbuka lebar. Bless… Saya menjerit, tangan saya memeluk pinggangnya erat-erat. satu tangan lagi mencakar-cakar punggungnya. Dia menggerakkan kontolnya maju mundur maju mundur terus saya merasa kenikmatan tiada tara, tangan saya pasrah tidak memeluk pinggangnya lagi, saya sudah dalam posisi setengah terlentang.

Dia langsung mencabut kontolnya . Saya langsung terhempas di atas ranjang dengan bercak darah di selimut yang berwarna putih. Ridwan langsung memegang saya dengan tangannya yang kekar dan meminta saya agar mengarahkan pantat saya ke arahnya. Loh saya bingung, kenapa??? Maklum saja Blue film yang saya nonton biasanya gak ada anal sexnya. Tanpa banyak bicara lagi dia menancapkan kontolnya dari belakang. Saya menjeritt keras sekali sambil teriak,

“Aampunnn wan… argh… eeuhhh…”

Saya merasakan sesuatu keluar dari penisnya, cairan banyak sekali aduhh nikkmatnya. Kami berdua mendengar suara kaki naik ke atas loteng, siapa gerangan?? Ternyata adiknya!!!!! yang umurnya kira kra 20 tahun. Wah dia kaget melihat posisi kami yang kaya gini. Ridwan tetap tenang, dia bertanya kepada adiknya,

“Hey Benny ini yang dinamakan ngewe beneran”

Dia langsung melongo, nafsu saya tambah memuncak melihat satu lagi jejaka muda didepan saya ini. Mata saya memandang tajam kearahnya, tangan saya memberikan petunjuk supaya dia maju mendekati saya seperti terhipnotis. Saya coba memberikan dia senyum yang menantang, saya dekati dia tapi saya udah gak kuat rasanya tenaga saya banyak habis waktu senggama sama Ridwan tadi. Langsung si Benny tanya sama Ridwan,

“Boleh nih kak??” tapi Ridwan masih terbaring lemas di ranjang tak berenergi lagi.

Saya langsung berbisik ayo say… coba lah!!!. Dia lebih ganteng dari kakaknya sedikit dengan tubuhnya yang atletis. Benny meraba-raba tubuh saya dari bahu pinggang sampai selangkangan, waktu dia raba selangkangan dia langsung bilang,

“Wah kakak baru ngewe pertama ya?”

Saya langsung mengiyakan, tangan saya tanpa basa basi lagi meremas kontol yang berada dibalik celananya. Dia juga langsung melepas baju dan celananya. Gila… panjang kontolnya, sayang gue gak bawa penggaris. Dia tidur terlentang juga diranjang, saya berada diatasnya. Saya dingewein juga sama dia sampai habis, basah semua deh ranjangnya. Saya mendesah orgasme keenakan waktu dia ngeluarin maninya.

Tak terasa sudah Ridwan terbangun ia kaget sekali melihat adiknya ngewein saya. Dia langsung berteriak marah dan menyalahkan adikknya. Saya membela adiknya walau saya rasa diri saya terlalu letih, saya berkata bahwa saya bersedia menikah dengannya Ridwan, saya mencintaimu sejak dulu, saya senang keluargamu, saya senang melakukan ini. Dia memeluk saya, mencium saya, membelai rambut saya dan seluruh tubuh saya. Dia juga senang sama saya sejak tahun lalu di ruang kantor, cuma dia seorang lelaki yang pemalu alias gak berani first action. Dia ingin sekali menikah dengan seorang wantia karir. Saya balik memeluknya dan menciumnya juga.

“Aku sayang kamu, Nova…”

Benny langsung minta maaf pada saya katanya dia khilaf terhadap ini, dia berkata dia ingin sekali punya pacar. Setelah ini dia bergegas ke dapur dan memasak makanan untuk makan malam dan kami makan malam bersama. Akhirnya Benny saya kenalkan dengan adik perempuan saya yang umurnya sama dengannya, mereka jatuh cinta dan mencintai satu sama lain, dan hubungan saya dengan Ridwan sekarang adalah suami istri yang harmonis, kami mempunyai seorang bayi laki-laki yang berumur 5 bulan.

(Visited 3 times, 3 visits today)

(Visited 42 times, 1 visits today)
Iklan Film Semi Jav
author
Author: